Anda, sapa dan rahasia part 2
Malam itu tiba tiba hujan deras sekali, iyya yang sedang kebingungan bolak balik di dalem kamar berfikir keras bagaimana caranya agar tidak basah sampai cafe?
Apa aku pesan taksi online? Tapi nanti aku terlambat,
cafe tempat reuni kebetulan memang dekat dengan komplek rumah iyya. Tapi pasti iyya terlambat, karena ini sudah pukul 21:00
Satu pesan baru whatsaap
Anda :
Aku di depan, cepat keluar
Iyya diam diam membuka jendela kamarnya, tenyata itu memang anda. Perasaan senang, gelisah, malu semua bercampur menjadi satu.
Iyya tidak langsung membuka pintu, iyya sering kali melihat ke arah cermin, senyum senyum sembari merapihkan pakaiannya.
Anda yang sudah lama menunggu iyya di depan pintu dengan kemeja marun dan payung marun di tangannya terlihat sangat serasi. Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka,
Lama banget ya makeup nya (sambil membalas senyum iyya yang kaku)
Ah iyya tadi cuma lagi nonton tv aja, makanya gak denger pesan dari anda. Ngomong ngomong kenapa anda ada disini?
Begitu ya? Anda kira iyya lagi makeup hehe.. Tadi anda udah ada di cafe, tapi anda gak liat iyya. Yaudah anda kesini, pasti iyya bingung mau berangkat naik apa ya kan?
Seketika iyya langsung lemas dan luluh mendenger perkataan anda yang begitu pengertian, matanya berbinar memandang anda yang terlihat tampan sekali malam itu.
Hey ada yang liat iyya? (tanya sapa)
Kayanya sih belum dateng pa
Iyya? Tadi kayanya anda udah jemput deh (jawab teman teman)
Belum sempat duduk, semua teman teman iyya seolah menatap mereka beda. Semua mata tertuju pada mereka dan keluar ucapan ucapan yang semakin membuat iyya terlihat menahan senyum dan tersipu malu.
Ciiee cieee...
Pasangan yang serasi sekali (sorak teman teman heboh)
Suasana malam itu sangat hangat, terlihat tidak ada kesenjangan dalam berbicara. Ditambah dengan suara hujan yang tidak kalah bisingnya, mereka tetap asik menikmati hidangan malam itu ditambah secangkir kopi susu yang membuat suasana semakin ramai.
Mulai malam itu, iyya dan anda memang terlihat lebih dekat dan akrab. Sering kali mereka menghabiskan setengah malamnya dengan berbica via telepon. Bak pasangan baru yang sedang kasmarana.
Ya? Besok kita ngerjain tugas bareng di tempat biasa ya (pesan dari sapa)
Maaf pa, iyya udah ada janji mau belajar bareng sama anda.
Hampir setiap pesan yang dikirim oleh sapa selalu di balas penolakan oleh iyya.
Sapa yang merasakan perubahan iyya sontak saja langsung menghampiri iyya di depan kelas. Sapa menanyakan beberapa perubahan sikapnya kepada dia, iyya yang dulu selalu bersama sapa sekarang mulai menjauhinya. Tetapi belum ada penjelasan yang membuat sapa puas, iyya selalu saja mengatakan bahwa iyya tidak berubah, penolakannya akhir2 ini memang karena iyya sedang banyak tugas.
Hari ini kita jadi ke perpustakaan daerah kan? (tanya selin teman kelompok sapa)
Iya selin, gue tunggu pulang sekolah nanti. Sekalian kita ngerjain disana aja ya. (jawab sapa)
**
Sapa dan selin sedang asik mengetik tugas ekonomi makro, tiba tiba sapa melihat dua orang remaja di depan pintu masuk asik dengan tawa sambil memakan eskrim kerupuk coklat seperti kesukaan iyya.
Siapa mereka? Serasi (gumam sapa dalam hati)
Sapa langsung menghiraukan dua remaja itu. Dan melanjutkan tugas makalah untuk besok. Sapa tiba tiba seperti mendengar suara iyya. Sapa langsung menoleh ke arah semua sudut perpusatakaan itu,
Siapa sih? Kenapa suaranya sangat mirip dengan iyya? Apa karena halusinasi aku saja? Ah mungkin karena aku terlalu rindu padanya.
Tapi ini memang seperti asli, seperti suara iyya.
Sapa langsung menelusuri jejak suara itu

Komentar
Posting Komentar