Untuk kau 19💌
Gelap menyepi
Tak ada suara tak ada bayangan
Angin gelebu menempel di pipi menarik rambut
Dimana kau?
Aku disini menahan rindu
Tersiksa menjadi batu yang hanya bisa diam
Dimana kau?
Lihatlah aku
Tengoklah kemari
Berusahalah mencari
Aku rindu..
Sedikit saja kabari, atau temui mungkin lebih baik
Aku yang mencintaimu dengan tulus
Memang harus seperti inilah aku
Mengalah dengah keadaan
Mengalah demi kedamaian.
Lantas kau pikir apa aku tidak berhak marah?
Apa aku tidak berhak lelah?
Justru karena aku punya hak
Dan aku lebih memilih untuk diam
Walau hati menggebu menahan rindu
Barangkali kau disana pun rindu
Mainlah sesekali kedalam mimpiku
Kita bisa memulai pertemuan disana
Walau tak bisa menyentuh pipimu yang kenyal seperti yupi
Paling tidak aku bisa melihat tawamu
Harus berapa lama lagi aku menunggu?
Ijinkan aku bertanya satu hal padamu
Apa kau juga rindu? Apa kau juga khawatir? Apa kau juga resah?
Saat jarak memisah, saat komunikasi terbatas.
Atau mungkin hanya aku yang rindu?
Pantas saja
Kau nampak terlihat biasa saja
Menyebalkan..
Setiap malam, setiap sepi..
Aku selalu mengingat dirimu
Entah tawamu, suaramu, candamu, cemburumu, manjamu, bahkan marahmu.
Yang jelas aku selalu rindu, saat melihat album memori kita dulu.
Bahkan bukan hanya malam,
Rindu itu curang, selalu datang kapanpun dan dimanapun. Dia selalu tinggal walau berkali kali aku larang datang.
Aku sangat rindu dirimu
Bahkan bukan sekedar rindu
Sampai aku rindu saat kita pertama bertemu
Tertawa malu,
Jangan biarkan aku terus merindu
Sebab daun hijaupun bisa menguning
Lalu jatuh meninggalkan dahan
Padamu..
Pencuri hatiku,
Ku titipkan cinta seutuhnya sampai waktunya tiba..
Padamu pencuri senyum indahku
Ku berikan rindu terdalam hanya padamu..
Walau sesekali menangis
Menahan sesak di dada
Tapi tetap aku nikmati rindu ini
Karena aku percaya,
Kau bukan lelaki biasa
Tak ada suara tak ada bayangan
Angin gelebu menempel di pipi menarik rambut
Dimana kau?
Aku disini menahan rindu
Tersiksa menjadi batu yang hanya bisa diam
Dimana kau?
Lihatlah aku
Tengoklah kemari
Berusahalah mencari
Aku rindu..
Sedikit saja kabari, atau temui mungkin lebih baik
Aku yang mencintaimu dengan tulus
Memang harus seperti inilah aku
Mengalah dengah keadaan
Mengalah demi kedamaian.
Lantas kau pikir apa aku tidak berhak marah?
Apa aku tidak berhak lelah?
Justru karena aku punya hak
Dan aku lebih memilih untuk diam
Walau hati menggebu menahan rindu
Barangkali kau disana pun rindu
Mainlah sesekali kedalam mimpiku
Kita bisa memulai pertemuan disana
Walau tak bisa menyentuh pipimu yang kenyal seperti yupi
Paling tidak aku bisa melihat tawamu
Harus berapa lama lagi aku menunggu?
Ijinkan aku bertanya satu hal padamu
Apa kau juga rindu? Apa kau juga khawatir? Apa kau juga resah?
Saat jarak memisah, saat komunikasi terbatas.
Atau mungkin hanya aku yang rindu?
Pantas saja
Kau nampak terlihat biasa saja
Menyebalkan..
Setiap malam, setiap sepi..
Aku selalu mengingat dirimu
Entah tawamu, suaramu, candamu, cemburumu, manjamu, bahkan marahmu.
Yang jelas aku selalu rindu, saat melihat album memori kita dulu.
Bahkan bukan hanya malam,
Rindu itu curang, selalu datang kapanpun dan dimanapun. Dia selalu tinggal walau berkali kali aku larang datang.
Aku sangat rindu dirimu
Bahkan bukan sekedar rindu
Sampai aku rindu saat kita pertama bertemu
Tertawa malu,
Jangan biarkan aku terus merindu
Sebab daun hijaupun bisa menguning
Lalu jatuh meninggalkan dahan
Padamu..
Pencuri hatiku,
Ku titipkan cinta seutuhnya sampai waktunya tiba..
Padamu pencuri senyum indahku
Ku berikan rindu terdalam hanya padamu..
Walau sesekali menangis
Menahan sesak di dada
Tapi tetap aku nikmati rindu ini
Karena aku percaya,
Kau bukan lelaki biasa
Kerenn
BalasHapusMakasih kak
HapusMantap nih guratan penanya..
BalasHapusHihii makasih kak
HapusMantaap 👍
BalasHapusMakasih mba
HapusMantaap 👍
BalasHapus