Dua malaikat
Tuhan?
Bolek aku mengeluh sedikit saja?
Aku rindu mereka tuhan..
Rindu mereka, dua malaikatku..
Malaikat semangat hidupku..
Tuhan?
Boleh aku bertanya?
Please..
izinkan aku untuk bertanya? Dan jawab pertanyaanku lewat mimpi malamku.
Tuhan?
Apa kabar dua malaikatku?
Aku yakin Kau pasti menjaganya. Seperti mereka yang selalu menjagaku.
Juga seperti janji janji mereka bahwa mereka akan baik baik saja, asalakan aku juga selalu menjaga diriku disini.
Tuhan?
Apa mereka pernah bersedih saat aku tak disisinya? Apa pernah ada yang menyakitinya? Maka aku mohon untuk tetap selalu memberikannya kebahagiaan.
Tuhan?
Berikan umur yang panjang kepada dua malaikatku juga selalu berikan kesehatan untukunya.
Dan izinkan aku untuk selalu membahagiakannya.
Karena aku disini, sedang berproses mengasah diri untuk menjadi apa yang bisa membuat mereka bangga.
Tuhan?
Aku ingin bercerita tapi ini tentang keluh kesahku dan aku mohon untuk tetap menjaga rahasiaku, aku tidak ingin mereka khawatir karena aku.
Tuhan?
Sungguh aku lelah, aku rindu mereka, aku rindu serindu rindunya aku rindu. Aku ingin bahkan sangat ingin memeluknya.
aku ingin bercerita bahwa aku tidak bisa memikul kehidupan ini sendiri jauh dari mereka karena jarak yang membentang membelah waktu.
Terlebih saat kondisiku yang kurang fit semakin membuat hatiku menggebu di landa air mata yang membasahi pipi.
Ayah ibu..
Aku memang selalu berkata bahwa aku baik baik saja, dan itu perkataan jujurku untukmu. Tapi saat ini aku benar benar sedang ingin berada dalam rumahmu rumah kita yang sederhana, aku tidak pernah merasakan kesedihan disana. Aku bukan kalian yang selalu pandai menutupi kesedihan. Untuk menulis ini saja aku sudah habiskan berkotak kotak tisyu setebah bantal. Aku tidak bisa menjelaskan detail isi hatiku saat ini, yang jelas aku ingin pulang. Dan disana aku yakin semua akan baik baik saja.
Tuhan?
Itu adalah sebagian dari keluh kesahku. Tapi aku tak ingin cerikan ini, karena tanpa aku cerita mereka selalu bisa menebak itu. Mereka memang benar benar malaikat baik yang Kau titipkan untuk menjagaku apapun cara dan resikonya.
Tuhan?
Sampaikan rasa cintaku padanya, karena aku malu untuk mengatakannya. Katakan bahwa aku bahagia dilahirkan dari rahim ibuku, dan aku bangga dibesarkan oleh nafkah dari keringat ayahku.
Serang, 4 Oktober 2017
Tresa Yolandini J. R
Komentar
Posting Komentar