Mana hak ku mama
Mana hak ku mama
Malam itu tampak terasa sangat dingin di bandingkan malam kemarin, walau cuaca tetap sama. Hujannya deras sekali, ditambah tembakan cahaya petir dari luar semakin membuat suasana semakin takut, untuk ukuran rumah yang cukup luas bagi sepasang suami istri seperti kami.
Mas? Perutku sakit sekali..
Suamiku dengan gesit segera mencari obat,
Tapi kali ini sakitnya semakin menjadi jadi, aku segera ke kamar mandi, dan mengecek keadaanku. Aku memang sedang mengandung, tapi kandunganku di diagnosa sangat lemah oleh dokter. Pernikahan kami memang sudah berlangsung cukup lama, 10 tahun kami berusaha dan bersusah payah agar mendapatkan keturunan.
Tiba tiba saja malam itu keluar darah saat aku buang air kecil. kami serontak kaget. Suamiku langsung memanggil bidan yang kebetulan memang sepupuku sendiri, tanpa pikir pajang.
.
.
10 bulan kemudian
Dompet suamiku berisi stnk, ktp, kartu dan sebagainya tiba tiba hilang. Kami sudah mencari kesana kemari, sampai kami menanyakan pada tokoh masyarakat yang memang dianggap sebagai utstad atau kiai di kampung kami kebetulan beliau adalah kakekku. Beliau hanya berkata : "sabar, jika memang itu masih milik kita dan hak kita nanti juga ada yang mengantarkannya kembali"
Krek (suara pintu terbuka)
Aku melihat sosok laki laki hanya memakai celana pendek berdiri di halaman rumah, badannya putih dan bersih tapi wajahnya sangat mirip dengan suamiku. "kasian deh mama, lagian lupa sama dede, semua yang punya mama udah dede buang" ( itu adalah ucapan laki laki yang tepat berdiri di hadapanku sambil tersenyum kecil ) serontak saja aku mengingat pada kejadian 10 bulan yang lalu.
Mama? Apa itu bayiku?
Pada malam itu, memang keluar darah dan gumpalan kecil, sangat kecil berwarna putih pucat. Kami tidak tahu soal apa apa tentang itu, tanpa kami sadari darah itu hilang terbawa air memasuki saluran air kamar mandi.
"engga dede, mama gak lupa sama dede(jawab ku dalam mimpi itu, dengan keadaan yang sangat merinding) kemudian aku menceritakan hal ini pada suamiku, lalu suamiku segera memberi nama untuk alm putra kami. Jujur saja, untuk kejadian ini kami memang tidak sadar, tidak tahu, tidak mengerti jika itu adalah janin yang sudah memiliki ruh. Aku pikir itu hanya darah biasa, karena memang aku sering telat datang bulan. Untuk kondisiku yang sedang mengandung saja aku belum yakin, kembali pada penjelasan ku tadi, aku memang sering telat datang bulan, 2-4 bulan. Sudah tidak aneh lagi. Ya Allah ya Rabb, ampunilah kami, sungguh kami tidak tahu akan hal ini.
1 minggu kemudian,
Suamiku hendak mengantar aku ke pasar, di tengah perjalanan, Mas mas, (teriakan seseorang yang tidak kami kenal dari arah belakang) mas burhan ya? Ini mas dompetnya. "oh iya ini dompet saya, dari mana bapak bisa mendapatkannya) "dari sana mas (menunjuk ke arah sungai)"
Malam itu tampak terasa sangat dingin di bandingkan malam kemarin, walau cuaca tetap sama. Hujannya deras sekali, ditambah tembakan cahaya petir dari luar semakin membuat suasana semakin takut, untuk ukuran rumah yang cukup luas bagi sepasang suami istri seperti kami.
Mas? Perutku sakit sekali..
Suamiku dengan gesit segera mencari obat,
Tapi kali ini sakitnya semakin menjadi jadi, aku segera ke kamar mandi, dan mengecek keadaanku. Aku memang sedang mengandung, tapi kandunganku di diagnosa sangat lemah oleh dokter. Pernikahan kami memang sudah berlangsung cukup lama, 10 tahun kami berusaha dan bersusah payah agar mendapatkan keturunan.
Tiba tiba saja malam itu keluar darah saat aku buang air kecil. kami serontak kaget. Suamiku langsung memanggil bidan yang kebetulan memang sepupuku sendiri, tanpa pikir pajang.
.
.
10 bulan kemudian
Dompet suamiku berisi stnk, ktp, kartu dan sebagainya tiba tiba hilang. Kami sudah mencari kesana kemari, sampai kami menanyakan pada tokoh masyarakat yang memang dianggap sebagai utstad atau kiai di kampung kami kebetulan beliau adalah kakekku. Beliau hanya berkata : "sabar, jika memang itu masih milik kita dan hak kita nanti juga ada yang mengantarkannya kembali"
Krek (suara pintu terbuka)
Aku melihat sosok laki laki hanya memakai celana pendek berdiri di halaman rumah, badannya putih dan bersih tapi wajahnya sangat mirip dengan suamiku. "kasian deh mama, lagian lupa sama dede, semua yang punya mama udah dede buang" ( itu adalah ucapan laki laki yang tepat berdiri di hadapanku sambil tersenyum kecil ) serontak saja aku mengingat pada kejadian 10 bulan yang lalu.
Mama? Apa itu bayiku?
Pada malam itu, memang keluar darah dan gumpalan kecil, sangat kecil berwarna putih pucat. Kami tidak tahu soal apa apa tentang itu, tanpa kami sadari darah itu hilang terbawa air memasuki saluran air kamar mandi.
"engga dede, mama gak lupa sama dede(jawab ku dalam mimpi itu, dengan keadaan yang sangat merinding) kemudian aku menceritakan hal ini pada suamiku, lalu suamiku segera memberi nama untuk alm putra kami. Jujur saja, untuk kejadian ini kami memang tidak sadar, tidak tahu, tidak mengerti jika itu adalah janin yang sudah memiliki ruh. Aku pikir itu hanya darah biasa, karena memang aku sering telat datang bulan. Untuk kondisiku yang sedang mengandung saja aku belum yakin, kembali pada penjelasan ku tadi, aku memang sering telat datang bulan, 2-4 bulan. Sudah tidak aneh lagi. Ya Allah ya Rabb, ampunilah kami, sungguh kami tidak tahu akan hal ini.
1 minggu kemudian,
Suamiku hendak mengantar aku ke pasar, di tengah perjalanan, Mas mas, (teriakan seseorang yang tidak kami kenal dari arah belakang) mas burhan ya? Ini mas dompetnya. "oh iya ini dompet saya, dari mana bapak bisa mendapatkannya) "dari sana mas (menunjuk ke arah sungai)"
😧 (aku nganga bacanya)
BalasHapus