Anda, sapa dan rahasia *part 1
Iyya yang sedang tertidur pulas di atas ranjang empuknya dengan selimut tebal kesayangan hadiah dari ayahnya tiba tiba terbangun saat mendengar telpon genggamnya berdering kencang..
Halo? (tanya iyya)
Assalamualaikum..
Waalaikumsalam..
Benar ini iyya?
Benar, maaf dengan siapa?
Mmm
Mmm saya anda,
Iyya seketika terdiam, anda? Tiba tiba saja iyya merasa senang saat mendengar nama itu. Apakah itu anda teman ku dulu? Mengapa dada ini rasannya berdetak begitu kencang?
Anda?
Iya saya anda, apakah kamu sudah lupa? Saya anda, teman sekolah smk dulu. Apa kabar iyya?
Oiya, kabar baik. apa kabar anda? Senang bisa berbicara denganmu kembali.
Kabarku juga baik, sangat baik. Terlebih setelah mendengar suaramu ini.
Rasanya iyya tidak percaya, anda? Teman sekolah dulu. Yang diam diam iyya menyukainya sekarang tiba tiba menghubunginya. Iyya dengan anda memang sudah lama bertemen, tapi saat pandangan pertama dulu, rupanya iyya menyimpan rasa pada anda. Entah rasa apa saat itu, yang jelas iyya menyukinya.
Kamu bisa saja.
Bagimana dengan kuliahmu iyya?
Sepertinya, iyya sekarang bukan lagi iyya yang dulu.
Alhamdulillah lancar, iyya tetap iyya anda. Apapun yang terjadi iyya tetap iyya yang kalian kenal. Ini hanya perubahan pendewasaan saja.
Tapi aku lebih suka kamu sekarang. Hehe becanda.
Perbincangan via telpon genggam itu berlanjut sekitar 1 jam. Iyya dan anda pun terlihat sangat asyik mengingat kembali masa masa sekolah dulu. Mereka membahas apa yang membuat mereka tertawa lepas, sampai sampai iyya lupa bahwa ada tugas persentasi yang harus iyya kumpulkan besok.
Maaf anda, ini sudah sangat larut malam. Mungkin bisa kita sambung lain waktu.
Oiya, maaf iyya menganggu waktu istirahatmu. Kapan kapan saya telpon lagi.
Keesokan harinya,
Ditengah tengah keramaian terlihat sosok pria yang menghampiri iyya di kursi taman kampus, dengan membawa 2 batang coklat ditangannya dan satu gelas jus alpukat kesukaan iyya.
Hai..
Suara pria itu dari belakang, spontan iyya langsung memalingkan wajahnya ke belakang.
Eh sapa, kemarilah duduk bersamaku. Aku sedang mengerjakan tugas untuk dikumpulkan minggu depan, apa kamu sudah tidak ada tugas? Sepertinya kamu terlihat santai santai saja, oiya kamu masuk kelas pak toto kan? Kemarin pak toto tidak masuk di kelasku, amanat dari beliau untuk melihat tugas silahkan lihat di kelas B, kamu nulis tugasnya kan pa? Pa? Sapa?
Eh iya kenapa ya?
Kamu dari tadi gak dengerin aku? Ih nyebelin
Aku denger kok, iya aku bawa bukunya nih.
Saat itu, sapa memang terlihat terlalu asik menatap wajah iyya. Sampai sampai dia tidak sadar kalau iyya memanggilnya berkali kali. Sapa memang selalu memandangi wajah iyya, hanya saja iyya yang terlalu sibuk dengan laptopnya tidak sadar kalau sapa diam diam memperhatikan nya lebih. Iyya juga tidak pernah sadar kalau sapa sangat perduli kepadanya, iyya yang hanya menganggap sapa adalah sahabat tidak pernah berfikir macam-macam, tidak pernah berfikir lebih, juga tidak pernah GR kalau apa yang di lakukan oleh anda itu memiliki maksud tertentu.
Nih, coklat sama jus alpukatnya. Ini juga tugas dari pak toto nya.
Kenapa sih pa tiba tiba jutek kebiasaan. Akhir akhir ini kamu itu selalu saja tiba tiba berubah mood,
Sapa yang menggunakan kemeja kotak abu itu tiba tiba pergi meninggalakan iyya di kursi taman samping kelas.
**
Grup smk 2015 memang selalu ramai, tapi dia tidak pernah muncul. Padahal iyya selalu menunggu nunggu meskipun hanya sekedar membaca komentar dari dia.
Anda :
Otw 20:30
Iyya langsung mengerutkan dahinya,
Anda? Anda juga ikut kumpul malam ini? Kenapa tiba tiba aku gugup? Apa yang harus aku lakukan nanti? Rasanya aku tidak ingin pergi. Aku lebih baik di rumah daripada nanti aku disana mati gaya. Yayyayaya aku dirumah. Aku belum bisa mengendalikan perasaanku, payah.
Vera
Ya, 10 menit lagi aku sampai cafe. Kamu udah di jalan kan? 20:35

Komentar
Posting Komentar