Rindu
Rindu..
Sendiri, sunyi, suasana malam yang dingin.
Tepat dalam ruang sepetak aku berbaring.
Disitu aku mulai menyadari, ada rindu yang tak bisa ku henti.
Hanya barang pemberiannya yang setiap saat memperhatikan setiap gerak gerik tingkah ku.
Ingin sekali rasanya keluar menghirup udara segar malam itu.
Entah mengapa kaki ku kaku untuk beranjak pergi meninggalkan kasur lipat ini.
Ah, mungkin dengan melihat bulan, rindu ini sedikit terobati.
Kupegang aluminium besi berwarna emas ini, kreeekk..
Tepat ku pijakkan kiki di depan halaman kosan, kebetulan lantai dua.
Kanan, kiri, dan sekelilingnya, kulihat langit ada beberapa bintang dan bulan disana
dan ku tatap indah nya kota serang malam ini dari ketinggian beberapa meter saja.
Ada beberapa lampu malam yang menyala, begitu juga dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang lalulalang namun terlihat indah pada malam hari karena lampu rem belakangnya.
Aku fikir rindu ini akan hilang setelah melihat keindahan malam hari. Ternyata tidak.
Bintang dan bulan membuat aku cemburu kala itu.
Mengapa bintang selalu setia menemani bulan malam hari? Bahkan bintang tidak pernah berpaling untuk menemani matahari.
Apa itu takdir? Atau jodoh?
Angin malam seakan menyubit tulang tulang ku, dingin sekali.
Aku masih duduk disini bersama rindu untukmu.
Kembali ku tatap langit, sambil menelan rindu.
De de bangun, ah siapa yang menyentuh ku?
Apakah dia? Kubuka mata sembari mengerutkan dahi,
Silausekali. Ternyata sudah pagi.
Kukira dia yang membangunkan aku, ternyata hanya ibu penjaga kos yang membangunkan aku karena tertidur di depan halaman.
Sampai kapan aku harus menunggu dan terus tersiksa memikul rindu.
Wahai kau yang jauh disana.
Lihatlah sesekali langit pada malam hari,
Sudah kutitipkan rindu dan nama mu disana.
Aku akan terus duduk disini sambil menunggu mu pulang dan kembali.
Karena aku yakin kau akan menepati janji, untuk segera menemui ku.
Aku rindu.... 🌸
_
Sendiri, sunyi, suasana malam yang dingin.
Tepat dalam ruang sepetak aku berbaring.
Disitu aku mulai menyadari, ada rindu yang tak bisa ku henti.
Hanya barang pemberiannya yang setiap saat memperhatikan setiap gerak gerik tingkah ku.
Ingin sekali rasanya keluar menghirup udara segar malam itu.
Entah mengapa kaki ku kaku untuk beranjak pergi meninggalkan kasur lipat ini.
Ah, mungkin dengan melihat bulan, rindu ini sedikit terobati.
Kupegang aluminium besi berwarna emas ini, kreeekk..
Tepat ku pijakkan kiki di depan halaman kosan, kebetulan lantai dua.
Kanan, kiri, dan sekelilingnya, kulihat langit ada beberapa bintang dan bulan disana
dan ku tatap indah nya kota serang malam ini dari ketinggian beberapa meter saja.
Ada beberapa lampu malam yang menyala, begitu juga dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang lalulalang namun terlihat indah pada malam hari karena lampu rem belakangnya.
Aku fikir rindu ini akan hilang setelah melihat keindahan malam hari. Ternyata tidak.
Bintang dan bulan membuat aku cemburu kala itu.
Mengapa bintang selalu setia menemani bulan malam hari? Bahkan bintang tidak pernah berpaling untuk menemani matahari.
Apa itu takdir? Atau jodoh?
Angin malam seakan menyubit tulang tulang ku, dingin sekali.
Aku masih duduk disini bersama rindu untukmu.
Kembali ku tatap langit, sambil menelan rindu.
De de bangun, ah siapa yang menyentuh ku?
Apakah dia? Kubuka mata sembari mengerutkan dahi,
Silausekali. Ternyata sudah pagi.
Kukira dia yang membangunkan aku, ternyata hanya ibu penjaga kos yang membangunkan aku karena tertidur di depan halaman.
Sampai kapan aku harus menunggu dan terus tersiksa memikul rindu.
Wahai kau yang jauh disana.
Lihatlah sesekali langit pada malam hari,
Sudah kutitipkan rindu dan nama mu disana.
Aku akan terus duduk disini sambil menunggu mu pulang dan kembali.
Karena aku yakin kau akan menepati janji, untuk segera menemui ku.
Aku rindu.... 🌸
_
Komentar
Posting Komentar